GENMILENIAL.ID — Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, batal dibagikan setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati menemukan indikasi masalah pada sebagian menu ayam rempah.
Puluhan paket tersebut sebelumnya telah dikirim ke sekolah. Namun, pihak SPPG kemudian memutuskan menarik seluruh paket setelah muncul laporan dari staf dan ahli gizi mengenai aroma serta rasa ayam yang dinilai tidak seperti biasanya.
Kepala SPPG Jati, Abra Yodara, mengatakan temuan tersebut muncul ketika proses produksi memasuki batch kedua. Ia kemudian turun langsung ke dapur untuk memeriksa makanan yang dilaporkan bermasalah.
Baca Juga: ESAI: Feodalisme warisan budaya materi
“Saya langsung ke dapur, saya kroscek. Saya cicipi yang terindikasi tidak layak itu,” kata Abra dalam keterangannya, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Abra, tindakan penarikan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar makanan yang diragukan kondisinya tidak sampai dikonsumsi para siswa.
Kepala SPPG muntah-muntah usai Cicip Menu
Abra mengaku mencicipi menu ayam rempah tersebut bersama sejumlah rekannya untuk memastikan laporan yang sebelumnya disampaikan staf dan ahli gizi.
Setelah mencicipi makanan yang sedang diperiksa, Abra mengaku mengalami muntah-muntah. Namun, ia menyebut tidak mengalami keluhan berupa diare.
“Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga mencicipi, tapi yang berdampak ke saya, muntah,” ungkapnya.
Keluhan tersebut membuat pemeriksaan terhadap menu ayam rempah dilakukan lebih serius. Pihak SPPG kemudian memilih untuk tidak mengambil risiko dengan tetap membagikan paket MBG kepada siswa.
Sebelumnya, proses produksi batch pertama disebut berjalan aman berdasarkan pemeriksaan internal. Sementara proses produksi batch kedua dimulai sekitar pukul 05.00 WIB.
Temukan dua baskom ayam bermasalah