Abra menjelaskan, kondisi bahan ayam saat pertama kali diterima sebenarnya dinilai baik. Namun, ketika masuk dalam proses pemasakan batch kedua, ditemukan bagian bahan yang dinilai memiliki kondisi berbeda.
Baca Juga: Makam Sutrimo karumga Febrie Adriansyah mulai dibongkar, ekshumasi jenazah libatkan ahli forensik
Dari pemeriksaan awal tersebut, pihak SPPG memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam mengalami masalah. Abra menegaskan angka tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan pemeriksaan internal.
“Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa,” jelasnya.
Temuan tersebut menjadi pertimbangan utama SPPG untuk menarik seluruh paket MBG yang sudah dikirim ke sekolah. Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya makanan yang dinilai tidak layak sampai dikonsumsi siswa.
Baca Juga: Lava walk, roda tank hingga tarik tambang, Kemenag Subang ramaikan HUT ke-81 RI
94 Paket MBG langsung ditarik
Abra mengatakan laporan mengenai kondisi makanan diterimanya sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah melakukan pengecekan, ia kemudian mengambil keputusan untuk menarik seluruh paket yang sudah dikirim.
Menurutnya, keputusan penarikan dilakukan sekitar pukul 08.01 WIB. Ia langsung meminta petugas yang bertanggung jawab di lapangan serta pengemudi untuk mengambil kembali paket MBG tersebut.
“Jam 08.01 saya langsung terasa (mual), 08.02 langsung saya perintahkan, hubungi seluruh PIC, hubungi driver langsung untuk menarik semuanya,” tandas Abra.
Baca Juga: Pembayaran digital Perumda Tirta Rangga Subang melonjak, dari 40 persen kini capai 83 persen
Dengan keputusan tersebut, sebanyak 94 paket MBG yang diperuntukkan bagi siswa SDN 2 Jati tidak jadi dibagikan.
Langkah penarikan dilakukan setelah pihak SPPG menemukan indikasi masalah pada sebagian menu ayam rempah.
Berdasarkan keterangan Abra, kondisi tersebut masih menjadi hasil pemeriksaan internal dan belum disebut sebagai penyebab pasti makanan mengalami perubahan kondisi.
Penarikan seluruh paket menjadi bentuk kehati-hatian pihak SPPG sebelum makanan dikonsumsi oleh para siswa.***
Artikel Terkait
Drama kasus MBG di tengah mundurnya Jampidsus Febrie Adriansyah: Daftar nama yang minta jatah titik SPPG nambah lagi
Misteri kematian kepala SPPG di Bandung tuai sorotan, diduga akibat tekanan kerja hingga gejolak batin
Usai viral kepala SPPG Blora pamit salat lalu mendadak resign: Dapur MBG ikut berhenti, belum ada pengganti
Dilantik jadi kepala BGN yang baru, Sudaryono: Saya dan keluarga tidak punya dapur SPPG
Sudaryono sidak MBG Bogor usai dilantik Kepala BGN, dicurhati SPPG soal distribusi ke ibu hamil
Jejak skandal Dadan Hindayana cs maling duit MBG: Dari dugaan SPPG bodong hingga mark up harga motor BGN
Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?