GENMILENIAL.ID — Polda Metro Jaya mulai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo, pria yang disebut pernah bekerja sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah.
Proses pembongkaran makam dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada akhir Juli 2026.
Kematian Sutrimo sempat menjadi perhatian karena muncul informasi yang mengaitkannya dengan Febrie Adriansyah.
Baca Juga: Lava walk, roda tank hingga tarik tambang, Kemenag Subang ramaikan HUT ke-81 RI
Belakangan, pihak keluarga membenarkan bahwa Sutrimo memang pernah bekerja untuk Febrie.
Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui secara detail pekerjaan Sutrimo selama bekerja untuk pejabat di lingkungan Kejagung tersebut.
Kini, polisi melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo dengan melibatkan sejumlah ahli untuk mendapatkan bukti medis dan ilmiah mengenai kematiannya.
Ekshumasi untuk ungkap penyebab kematian
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan ekshumasi merupakan bagian dari proses penyidikan.
Baca Juga: Pembayaran digital Perumda Tirta Rangga Subang melonjak, dari 40 persen kini capai 83 persen
"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan," kata Budi dalam keterangannya pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Proses tersebut dilakukan melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas.
Jenazah Sutrimo diketahui dimakamkan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Polisi kemudian melakukan pembongkaran makam untuk melanjutkan pemeriksaan forensik.
Budi menjelaskan, proses ekshumasi dilakukan melalui beberapa tahapan. Pemeriksaan dimulai dari pembongkaran makam, kemudian pemeriksaan bagian luar jenazah untuk memastikan identitas sesuai permintaan penyidik.