Baca Juga: ESAI: Berkah Tuhan vs monopoli materi
"Kalau memang belum ada sentuhan di sini, pikiran saya enggak separah ini. Saya enggak tahu, betul," kata Radityo dikutip dalam keterangannya pada Senin, 10 Agustus 2026.
Ia bahkan mengaku langsung menegur camat karena tidak mengetahui kondisi jalan tersebut sebelumnya.
"Karena saya enggak pernah dapat laporan dari lapangan, makanya saya tegur camat, saya marah betul, karena saya enggak tahu separah itu jalanannya," imbuhnya.
Radityo kemudian meminta agar laporan dari lapangan dibuat lebih lengkap.
Baca Juga: Subang jadi pusat kaderisasi GP Ansor Jabar, 164 peserta ikuti tiga agenda kaderisasi
Menurutnya, laporan tidak cukup hanya berupa informasi tertulis, tetapi perlu disertai dokumentasi mengenai kondisi jalan dan dampaknya terhadap masyarakat.
"Kalau perlu, kalau pas ada masyarakatnya jatuh, kirim foto, gitu loh," ungkap Radityo.
"Jadi saya ngerti kalau situasinya jalanannya benar-benar parah," sambungnya.
Radityo singgung keterbatasan anggaran
Di tengah persoalan jalan rusak tersebut, Radityo juga menjelaskan mengenai keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur di Lampung Selatan.
Ia mengatakan luas wilayah Lampung Selatan membuat kebutuhan pembangunan cukup besar, sementara kemampuan anggaran pemerintah daerah terbatas.
Karena itu, pemerintah harus menentukan prioritas dalam mengalokasikan anggaran.
"Karena gini, mungkin kalau belum kebagian, karena Lampung Selatan kan luas, cuma duitnya terbatas," terang Bupati Lamsel.