“Saya atas nama keluarga sudah memaafkan dan semoga jangan terjadi seperti ini lagi ke depannya,” ujarnya.
Baca Juga: KDM gaspol tes urine pelajar se-Jabar usai kasus begal maut Subang
Ia juga berharap agar almarhum Yurizal mendapatkan ketenangan.
“Dan mudah-mudahan Yurizal sudah tenang di sana,” tambahnya.
Sementara itu, kakak Yurizal menyebut bahwa langkah Widhiyarini untuk datang langsung merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi.
“Buat saya, dia sudah minta maaf langsung ke orang tua saya itu sudah lebih dari cukup,” tulisnya.
Ia juga menyoroti bahwa tidak semua pihak yang sebelumnya memberikan komentar negatif berani melakukan hal serupa.
“Dari sekian banyak yang menghujat, dia yang pertama datang. Yang lain belum tentu berani,” lanjutnya.
Kronologi utas Yurizal yang viral
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal melalui akun Threads @yurizaltrich pada Selasa 22 Juli 2026, yang mengeluhkan belum mendapatkan ruangan rumah sakit meski sudah menunggu lama.
“8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS,” tulisnya.
Unggahan tersebut kemudian viral dan menuai berbagai komentar, termasuk dari sejumlah tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati.
Beberapa komentar bahkan menuai kecaman karena dianggap tidak pantas, seperti menyarankan ruang jenazah hingga komentar bernada sarkastik.