news

Kasus penipuan berkedok rekrutmen CPNS senilai Rp20 miliar: Diduga libatkan oknum militer aktif di Jatim

Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:36 WIB
Ilustrasi - kasus penipuan modus penerimaan CPNS di Jawa Timur hingga menimbulkan dugaan kerugian hingga Rp20 miliar (Instagram.com/@bpsdmjatim)

GENMILENIAL.ID - Dugaan penipuan berkedok rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jawa Timur menjadi sorotan publik setelah mencuat di media sosial.

Kasus ini diduga melibatkan oknum militer aktif dan menyebabkan kerugian fantastis hingga lebih dari Rp20 miliar.

Sejumlah korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Baca Juga: Kapal pengangkut narkoba di Bintan kena sergap, 65 karung berisi 1.300 bungkus teh Cina kini diamankan BNN

Mereka mengaku tertipu setelah dijanjikan bisa lolos seleksi CPNS melalui jalur tidak resmi yang disebut sebagai 'seleksi susulan'.

Modus rekrutmen fiktif berkedok ‘seleksi susulan’

Kuasa hukum korban, Ketut Surya Putra, menjelaskan bahwa modus penipuan dimulai saat para korban gagal dalam seleksi resmi CPNS periode 2024-2025.

Setelah itu, mereka didatangi oleh oknum yang menawarkan bantuan agar bisa tetap diterima.

Para korban kemudian diarahkan untuk bertemu dengan seorang terlapor berinisial OP, yang diketahui merupakan pemilik lembaga pelatihan kerja PT PTC di Sidoarjo.

Baca Juga: Pemprov DKI bongkar JPO di Rasuna Said usai viral disebut 'Love-Hate Relationship', kenapa ya?

“Modusnya adalah para korban ini didekati oleh orang-orang yang saat ini masih menjabat di suatu instansi aktif,” ujar Ketut pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Dalam praktiknya, korban dijanjikan bisa masuk ke berbagai instansi, mulai dari kementerian, kejaksaan, hingga lembaga pendidikan seperti IPDN dan BUMN.

Untuk itu, korban diminta menyetor uang dengan nominal bervariasi, bahkan mencapai ratusan juta rupiah per orang.

“Misalnya, jika ingin masuk di instansi tertentu bisa diminta Rp700 juta, di tempat lain Rp500 juta. Nilainya berbeda-beda,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini