GENMILENIAL.ID - Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria di Tabanan, Bali, menjadi sorotan publik.
Peristiwa ini semakin viral setelah beredar video anak korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SD menangis histeris saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka.
Korban berinisial KD tewas setelah dikeroyok massa usai diduga mencuri ayam aduan milik warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Curhat istri: Diduga cari uang untuk sekolah anak
Istri korban, Putu Dewi Suryantini, mengungkapkan bahwa suaminya sudah tidak pulang selama tiga hari sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi.
Ia menduga suaminya pergi untuk mencari uang demi kebutuhan sekolah anak mereka.
“Enggak berpamitan, dia udah enggak pulang 3 hari. Mungkin karena enggak punya uang untuk bayar SPP, bayar sekolah anak saya,” ujar Putu Dewi.
Ia menyebut kebutuhan sekolah anak mereka mencapai Rp2,7 juta. Hal itu diduga menjadi alasan suaminya nekat mencari uang dengan cara apa pun.
Baca Juga: Pengangguran tinggi, sekolah vokasi jadi kunci: Kolaborasi kampus–industri diperkuat di Unpad
Putu Dewi juga menjelaskan bahwa mereka memiliki tiga orang anak.
Satu di antaranya telah menikah, sementara dua lainnya masih menempuh pendidikan, masing-masing di tingkat SMK dan SD.
Kabar duka diterima dari keluarga
Putu Dewi mengaku mengetahui kabar duka tersebut dari pihak keluarga. Ia tidak mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa suaminya.