GENMILENIAL.ID — Kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat memanas akibat bentrokan dua kelompok warga yang terjadi sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.
Peristiwa ini sempat memicu berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk kabar yang menyebut bentrokan dipicu persoalan tidak membayar makanan di warung nasi uduk.
Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Bentrokan justru berawal dari aksi pengendara motor yang menggeber-geber kendaraannya di sekitar lokasi warung, sehingga memicu ketegangan dengan warga dan pembeli.
Berawal dari kebisingan knalpot di depan warung
Menurut keterangan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, keributan dipicu suara bising knalpot motor yang melintas di depan warung nasi uduk.
“Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya,” ujarnya kepada awak media, Senin.
Ia menambahkan, suara knalpot yang bising membuat pembeli merasa terganggu dan akhirnya menegur pengendara tersebut. Namun teguran itu tidak diterima dengan baik.
“Knalpot tersebut membuat kebisingan, mereka ditegur tidak terima,” lanjutnya.
Hal senada diungkapkan oleh Rusdi, penjual nasi uduk yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Ia menyebut awal mula keributan terjadi saat pengendara motor tidak terima ditegur oleh pembeli yang sedang makan.
“Awalnya itu orang bawa motor, knalpotnya berisik, digeber-geber sama dia. Terus enggak terima ada orang yang negur,” kata Rusdi.
Kembali dengan massa dan lakukan perusakan
Situasi sempat mereda setelah pengendara pergi. Namun tidak lama kemudian, mereka kembali dengan membawa sejumlah orang.