Baca Juga: DPRD Subang sahkan KUA-PPAS 2027, soroti keterbatasan anggaran dan prioritas program
"Meskipun persoalan tersebut bersifat pribadi, sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral," ujarnya dalam surat pengunduran diri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Untuk menjaga integritas, etika, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah," sambungnya.
Nevi menilai polemik ini berpotensi mengganggu kepercayaan publik, sehingga ia memilih mundur demi menjaga nama baik institusi.
Baca Juga: Dilaporkan organisasi wartawan, Hotman Paris sebut laporan polisi tak punya legal standing
"Saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini," tegasnya.
Permintaan maaf anak dan jadi pembelajaran
Di sisi lain, Dea Arranoya juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Ia mengakui kesalahan dan menyebut tindakannya sebagai bentuk ketidakdewasaan dalam menggunakan media sosial.
"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan," tulis Dea.
Ia juga menegaskan bahwa unggahan tersebut murni karena kelalaian pribadi.
"Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian dan ketidakdewasaan saya," lanjutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Dea memastikan seluruh konten terkait telah dihapus dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa depan.