GENMILENIAL.ID – Polemik aksi flexing yang melibatkan keluarga pejabat di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, berujung pada pengunduran diri dari jabatan. Sorotan publik yang meluas di media sosial menjadi pemicu utama keputusan tersebut.
Kasus ini bermula dari unggahan Dea Arranoya, anak dari Nevi Rizal, yang memperlihatkan deretan jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Konten tersebut menuai kecaman karena dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah mengalami krisis, bahkan masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir bandang.
Baca Juga: Viral siswa SD Grobogan makan MBG di sekolah roboh, semangat belajar bikin haru
Unggahan itu pun viral dan memantik reaksi luas dari warganet. Tidak sedikit yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk flexing yang tidak pantas, terlebih datang dari keluarga pejabat publik.
Konten viral picu tekanan publik
Dalam waktu singkat, konten yang diunggah Dea menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Kritik bermunculan karena gaya hidup yang ditampilkan dianggap bertolak belakang dengan kondisi masyarakat setempat.
Sorotan publik tidak hanya tertuju pada Dea, tetapi juga menyeret nama ayahnya, Nevi Rizal, yang saat itu menjabat sebagai Asisten I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Baca Juga: Hindari defisit, Bupati Subang tetapkan KUA-PPAS 2027 dengan skema anggaran tahun lalu
Tekanan publik yang terus meningkat membuat polemik ini berkembang menjadi isu yang menyangkut etika pejabat dan keluarganya di ruang publik.
Nevi Rizal pilih mundur dari jabatan
Di tengah derasnya kritik, Nevi Rizal akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues.
Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi pada Kamis, 23 Juli 2026. Dalam pernyataannya, Nevi menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral.