Baca Juga: Prabowo siap luncurkan motor listrik nasional, harap petani ikut rasakan manfaatnya
Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak yang bersangkutan tetap terlindungi.
Kronologi dugaan intimidasi
Dugaan intimidasi bermula dari cuitan Nabyla yang menyebut dirinya dihubungi oleh nomor tak dikenal.
Dalam pesan tersebut, ia diminta menghapus unggahan terkait mutasi pegawai di Kementerian PU.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak tersebut diduga telah mengakses data pribadinya, seperti alamat, NIK, hingga lokasi perangkat.
Baca Juga: Surat MenPAN-RB untuk ASN jadi sorotan, ajak jaga integritas di tengah kritik soal mentalitas
Hal ini kemudian memicu kekhawatiran terkait keamanan data pribadi.
“Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan tweet tentang Menteri PU,” tulisnya dalam unggahan pada 16 Juli 2026.
Unggahan tersebut kemudian viral dan mendapat jutaan tayangan serta ribuan respons dari warganet.
Nabyla juga menyatakan telah menyiapkan langkah hukum berupa somasi atas dugaan intimidasi yang dialaminya.***