Baca Juga: Prabowo siap luncurkan motor listrik nasional, harap petani ikut rasakan manfaatnya
Langkah ini diambil guna memastikan hak-hak yang bersangkutan tetap terlindungi.
Kronologi dugaan intimidasi
Dugaan intimidasi bermula dari cuitan Nabyla yang menyebut dirinya dihubungi oleh nomor tak dikenal.
Dalam pesan tersebut, ia diminta menghapus unggahan terkait mutasi pegawai di Kementerian PU.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak tersebut diduga telah mengakses data pribadinya, seperti alamat, NIK, hingga lokasi perangkat.
Baca Juga: Surat MenPAN-RB untuk ASN jadi sorotan, ajak jaga integritas di tengah kritik soal mentalitas
Hal ini kemudian memicu kekhawatiran terkait keamanan data pribadi.
“Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan tweet tentang Menteri PU,” tulisnya dalam unggahan pada 16 Juli 2026.
Unggahan tersebut kemudian viral dan mendapat jutaan tayangan serta ribuan respons dari warganet.
Nabyla juga menyatakan telah menyiapkan langkah hukum berupa somasi atas dugaan intimidasi yang dialaminya.***
Artikel Terkait
Ikuti instruksi presiden, Kementerian PU gerak cepat data dan rehabilitasi fasilitas umum rusak
Dari sekolah rakyat hingga irigasi desa, begini wujud nyata implementasi PU 608
Rencana renovasi Ponpes Al Khoziny pakai APBN masih kabur: Menkeu Purbaya ngaku belum diberi tahu, Menteri PU bilang 'masih police line'
Diskusi alot soal diskon tol Nataru dan Idul Fitri 2026, Menteri PU: Demi merah putih, BUJT biasanya mau
Kementerian PU tegaskan bendungan Ciawi dan Sukamahi efektif reduksi banjir Jakarta hingga 27 persen
Apa isi surat dinas Menteri PU ke New York? Diduga berkedok ikut forum PBB, sekalian nonton final Piala Dunia 2026
Kementerian PU lakukan investigasi hingga beri sanksi pembocor surat dinas bikin geram warganet: Rakyat Indonesia mengawasi kalian!