news

Debat seru Bakom RI vs BEM UI: Qodari jelaskan dengan to the point memahami program MBG bagi dunia pendidikan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:49 WIB
Mengintip diskusi Bakom RI dengan BEM UI yang membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga manfaatnya bagi masyarakat (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)

Baca Juga: Pertamina beri sanksi oknum sopir tangki yang ganggu operasional SPBU di Sumut, distribusi BBM dipastikan aman

Berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 56 persen siswa datang ke sekolah dalam kondisi lapar.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran di kelas.

Qodari menjelaskan bahwa siswa yang lapar cenderung tidak fokus, sulit memahami materi, dan tidak optimal dalam mengikuti proses belajar.

Oleh karena itu, menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga: Kronologi ledakan di gudang amunisi prajurit TNI Madiun, bermula dari dentuman keras yang kejutkan warga

Perbedaan pandangan dan pentingnya data

Dalam diskusi tersebut, Qodari juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki berbagai program lain di sektor pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang memiliki alokasi anggaran besar untuk membantu mahasiswa.

Ia menekankan bahwa program MBG dan bantuan pendidikan seperti KIP memiliki tujuan yang berbeda dan tidak seharusnya disamakan.

Qodari juga menantang mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan berbasis data konkret, bukan hanya asumsi.

Di sisi lain, Fathimah menegaskan bahwa mahasiswa melihat langsung realita di lapangan.

Baca Juga: Duh! Antrean panjang BBM picu jeritan kecewa warga di Sumut: Seperti antre bansos, padahal beli pakai duit

Ia menyebut bahwa banyak mahasiswa bertahan kuliah berkat dukungan komunitas dan alumni, bukan sepenuhnya dari bantuan pemerintah.

Perdebatan ini mencerminkan adanya perbedaan pendekatan antara pemerintah dan mahasiswa dalam melihat prioritas kebijakan pendidikan.

Meski demikian, kedua pihak sepakat bahwa evaluasi program tetap diperlukan agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas.***

Halaman:

Tags

Terkini