Para siswa langsung dipulangkan, sementara tim Gegana dan Densus 88 melakukan penyisiran selama sekitar empat jam.
Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan dan kondisi sekolah dinyatakan aman.
Polisi kemudian menangkap MY yang merupakan warga sekitar dan diduga sebagai pelaku pengirim ancaman.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk memastikan motif utama di balik aksi teror tersebut.***