Baca Juga: Izin berlapis saat akan menemui santri korban pembakaran, pengacara: Jujur merasa ada kejanggalan
Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech mengatakan metode ini penting untuk memastikan kejelasan motif pelaku.
“Pemeriksaan dilakukan melalui analisis forensik digital dan pendekatan ilmiah lainnya,” ujarnya.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan apakah aksi tersebut murni iseng atau memiliki latar belakang psikologis tertentu.
Terungkap pernah kirim ancaman ke ketua RT
Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan bahwa pelaku ternyata pernah mengirim ancaman serupa sebelumnya.
MY diketahui sempat mengirim pesan ancaman bom melalui WhatsApp kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.
Namun, kasus tersebut tidak dilaporkan ke polisi karena diselesaikan secara kekeluargaan.
“Ketua RT mengenal pelaku, jadi saat itu diselesaikan secara personal,” kata Iman.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aksi teror bukan pertama kali dilakukan oleh pelaku.
Ancaman bom sempat picu kepanikan saat MPLS
Teror bom terjadi saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sedang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.
Pelaku mengirim pesan ancaman telah menyiapkan 11 titik bom kepada pihak sekolah, sehingga memicu kepanikan.