Baginya, program tersebut bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga memberikan rasa produktif dan harapan.
“Jujur saja, saya kangen kerja lagi di dapur. Semoga bisa berjalan lagi,” tambahnya.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa MBG telah menjadi bagian penting dalam roda ekonomi masyarakat kecil, bukan sekadar program bantuan sosial.
Istigosah jadi bentuk tekanan moral ke pemerintah
APER Subang menegaskan bahwa kegiatan istigosah ini merupakan bentuk dukungan moral sekaligus tekanan spiritual kepada pemerintah agar tetap konsisten menjalankan program pro-rakyat.
Haris menyebut, doa bersama ini menjadi ikhtiar agar kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat kecil, terutama dalam menjaga keberlanjutan program yang berdampak langsung.
Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin: Sentilan WALHI sebut kegagalan pengelolaan sampah
“Ini bentuk dukungan moral dan spiritual. Kita percaya pemerintah akan terus menjalankan program yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi telah berkembang menjadi solusi konkret dalam mengurangi pengangguran di daerah.
Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, dengan harapan program MBG dapat kembali berjalan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat luas.***