news

Apa sebenarnya tujuan latsarmil? Latihan dasar militer yang dinilai wajib diikuti calon manajer Kopdes-KNMP

Minggu, 28 Juni 2026 | 21:18 WIB
Menyoroti penuturan Kemhan RI terkait tujuan latihan dasar militer (latsarmil) yang diikuti para peserta seleksi manajer Kopdes-KNMP (Instagram.com/@fakta.indo)

GENMILENIAL.ID – Di balik kabar duka yang menyelimuti proses seleksi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), muncul satu pertanyaan besar yang kini ramai dibahas publik, mengapa latihan dasar militer (Latsarmil) menjadi syarat wajib?

Sorotan ini mencuat setelah lima peserta seleksi dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Latsarmil di sejumlah satuan pendidikan (Satdik) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran sekaligus rasa penasaran masyarakat terkait urgensi latihan tersebut bagi calon manajer koperasi.

Baca Juga: Skandal Mufli Budi Ananda jadi komisaris PT Krakatau Posco, diduga dapat jalur ‘ordal’ lewat nama besar Raffi Ahmad

Tujuan latsarmil: Membentuk disiplin dan karakter

Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menjelaskan bahwa Latsarmil bukan semata-mata latihan fisik, melainkan bagian dari pembentukan karakter.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, dan profesionalisme,” ujar Ketut dalam keterangan resminya di kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga bertujuan membentuk kemampuan bekerja di bawah tekanan serta menanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Latsar calon manajer Kopdes jadi sorotan, Kemhan pastikan pelatihan SPPI berbeda dengan pendidikan militer untuk prajurit

“Kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” sambungnya.

Kaitan latsarmil dengan tugas manajer Kopdes

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa para calon manajer Kopdes-KNMP nantinya akan mengelola perputaran dana masyarakat melalui koperasi.

Oleh karena itu, diperlukan mental yang kuat, tanggung jawab tinggi, serta kemampuan kepemimpinan yang mumpuni.

“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini