Jalan poros kabupaten di wilayah tersebut diketahui sudah rusak selama puluhan tahun dan baru diperbaiki di era kepemimpinan Kang Rey.
Kepala Desa Pamanukan Hilir, Udin Jamaludin, menyebut perbaikan ini sebagai jawaban atas penantian panjang masyarakat.
Baca Juga: Ada tim dokter khusus untuk tangani pemulihan YTR, dari bedah plastik hingga gizi
“Sudah beberapa dekade jalan ini rusak, alhamdulillah sekarang diperbaiki,” ujarnya.
Kang Rey menegaskan pembangunan jalan tidak akan berhenti di satu titik saja.
Ia memastikan perbaikan infrastruktur akan terus berlanjut hingga seluruh ruas jalan kabupaten dalam kondisi baik.
Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kunci untuk memperlancar akses ekonomi dan sosial masyarakat.
Fokus besar: Hapus stigma Pantura 'anak tiri'
Lebih jauh, Kang Rey juga menyinggung soal ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan wilayah Subang Utara atau Pantura.
Ia mengakui adanya stigma bahwa kawasan tersebut kerap dianggap 'anak tiri'.
Untuk menjawab hal itu, Pemkab Subang kini mengalokasikan sekitar 60–70 persen anggaran perbaikan jalan ke wilayah Pantura.
Tak hanya infrastruktur jalan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan RSUD Pantura yang direncanakan dimulai tahun depan di wilayah Sukasari.
Tujuannya agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.