Melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan pokok, hingga harga BBM non-subsidi menjadi latar utama aksi.
Baca Juga: Viral dugaan mahasiswi Unair gelapkan Rp97 juta iuran penerima KIP-K, punya jabatan menkeu di ormawa
Ketua HMI Cabang Subang, Anas Ahmad Laduni, menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ekonomi.
“Kami mendesak pemerintah memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Ia menilai, situasi saat ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam kebijakan yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Enam tuntutan mahasiswa
Dalam aksi tersebut, Aliansi BEM Subang merumuskan enam tuntutan utama. Selain evaluasi total APBN dan penghentian sementara MBG, mahasiswa juga mendesak pengusutan tuntas dugaan korupsi di tubuh BGN.
Mereka juga menuntut penguatan nilai rupiah, penurunan harga BBM dan bahan pokok, serta pencabutan sejumlah regulasi yang dinilai tidak pro-rakyat.
“Menuntut Pemerintah RI untuk segera menurunkan harga BBM dan harga bahan pokok yang saat ini mencekik rakyat,” tegasnya.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti potensi tindakan represif aparat serta mendesak reformasi di tubuh institusi penegak hukum.
DPRD Subang diminta bertindak
Aliansi mahasiswa juga mengingatkan DPRD Subang agar tidak pasif dalam merespons aspirasi yang disampaikan.
Mereka menuntut lembaga legislatif daerah tersebut menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.