Salah satu isu utama yang disorot dalam aksi tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap program yang menggunakan anggaran negara tersebut.
“Kasus BGN harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk ke tingkat daerah,” ucap Ketua HMI Cabang Subang, Anas Ahmad Laduni.
Pernyataan tersebut merujuk pada temuan Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan dalam tata kelola program MBG.
Mahasiswa menilai, program yang seharusnya membantu masyarakat justru berpotensi disalahgunakan.
Tekanan ekonomi hingga tuntutan pendidikan gratis
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin menekan masyarakat.
Isu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi menjadi sorotan utama.
Mahasiswa menilai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan memperberat beban ekonomi rakyat.
“Kami juga mendesak pemerintah lebih memprioritaskan sektor pendidikan gratis bagi rakyat hingga tingkat perguruan tinggi,” tegasnya.
Tuntutan ini mencerminkan keresahan mahasiswa terhadap akses pendidikan yang dinilai masih belum merata dan terjangkau.
Aksi berakhir tertib