GENMILENIAL.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama sekitar 1,5 tahun masih menjadi sorotan publik.
Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, berbagai kritik muncul, terutama terkait pengelolaan di lapangan hingga efektivitas manfaatnya.
Sejumlah masyarakat bahkan menyuarakan penolakan hingga meminta evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.
Menanggapi kondisi ini, CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, memberikan sejumlah masukan agar program tetap berjalan dengan perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Narasi MBG dinilai perlu diubah
Agus menilai narasi utama MBG sebagai program peningkatan gizi justru memicu perdebatan yang tidak produktif di masyarakat.
Ia menyebut fokus publik menjadi teralihkan pada kualitas makanan, bukan manfaat yang lebih luas.
“Program MBG jalan terus, tentunya dengan berbagai perbaikan agar lebih tepat sasaran. Ini program pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, jika tetap dipaksakan sebagai program perbaikan gizi dan pencegahan stunting, maka sasaran dan anggaran seharusnya berbeda.
Baca Juga: Fakta video viral pria berenang di kolam Bundaran HI, Satpol PP Jakarta buka suara
Ia menilai pendekatan tersebut kurang tepat dengan kondisi saat ini.
Selain itu, penggunaan istilah 'gratis' juga dinilai memicu polemik karena program tersebut menggunakan dana APBN.
Hal ini membuat sebagian masyarakat mempertanyakan istilah tersebut.