Calon guru diminta adaptif dan punya banyak skill
Tiara mendorong mahasiswa pendidikan untuk memperluas kompetensi agar lebih adaptif terhadap perubahan.
Ia menilai, profesi guru memiliki banyak aset keahlian yang bernilai jika dikembangkan secara optimal.
Mulai dari kemampuan mengajar, menyusun materi pembelajaran, membimbing siswa, hingga keterampilan komunikasi dan membangun kepercayaan di masyarakat.
Kompetensi tersebut, menurutnya, dapat membuka peluang produktif yang masih berada dalam ekosistem pendidikan.
Baca Juga: Pidato haru Ivar Jenner di pernikahan Justin Hubner viral, kenang mendiang Noah Gesser
Beberapa di antaranya seperti membuka les privat, membuat media pembelajaran, menyusun modul, hingga mengembangkan komunitas belajar.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar tambahan penghasilan, tapi bagaimana calon guru punya banyak pilihan dan siap menghadapi perubahan,” ujarnya.
Inovasi pendidikan bisa dimulai dari hal kecil
Sebagai pendiri Sekolah Rakyat Nusantara, Tiara juga membagikan pengalamannya dalam membangun ruang belajar berbasis masyarakat.
Ia menekankan bahwa inovasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar.
Menurutnya, banyak perubahan justru lahir dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Jangan menunggu kondisi sempurna untuk mulai berkontribusi. Perubahan sering lahir dari keberanian untuk memulai,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan Dekan FKIP dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, serta diikuti mahasiswa dari berbagai daerah yang antusias membahas masa depan profesi guru.