news

Kesejahteraan guru masih jadi sorotan, Tiara Maulinda Habibah ajak calon pendidik perkuat kompetensi

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:33 WIB
Tiara Maulinda Habibah, Founder Sekolah Rakyat Nusantara, menyoroti pentingnya kompetensi dan ketahanan finansial di tengah isu kesejahteraan guru yang masih menjadi perhatian

GENMILENIAL.ID - Isu kesejahteraan guru kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya keresahan mahasiswa pendidikan terhadap masa depan profesi pendidik.

Ketidakpastian kebijakan, sistem rekrutmen, hingga minimnya jaminan kesejahteraan membuat banyak calon guru mulai mempertanyakan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Kondisi ini mengemuka dalam Webinar Pendidikan bertajuk 'Cara Cerdas Jadi Guru Profesional dan Mandiri Finansial' yang diselenggarakan oleh BEM FKIP pada Sabtu 13 Juni 2026.

Baca Juga: Terdampak efisiensi anggaran, Damkarmat Kota Yogya umumkan bakal pilih-pilih laporan warga

Founder Sekolah Rakyat Nusantara, Tiara Maulinda Habibah, menilai bahwa di tengah dinamika tersebut, calon guru perlu membangun kesiapan sejak dini, tidak hanya secara akademik tetapi juga dalam hal ketahanan diri, termasuk finansial.

“Kesejahteraan guru tetap harus menjadi perhatian bersama dan diperjuangkan melalui kebijakan. Namun di saat yang sama, calon guru juga perlu siap menghadapi berbagai kemungkinan dalam perjalanan kariernya,” ujar Tiara.

Kesejahteraan guru masih jadi PR nasional

Menurut Tiara, isu kesejahteraan guru tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah, kebutuhan tenaga pendidik, hingga mekanisme rekrutmen yang terus berubah.

Baca Juga: Momen Nanik S Deyang ngacir hindari wartawan saat ditanya soal motor listrik, buru-buru masuk mobil

Hal inilah yang membuat masa depan profesi guru terasa tidak pasti bagi sebagian mahasiswa pendidikan.

Ia menegaskan bahwa memperjuangkan kesejahteraan guru dan membangun kemandirian finansial bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Sebaliknya, keduanya bisa berjalan beriringan sebagai upaya menghadapi realitas di lapangan.

“Banyak hal tidak bisa kita kendalikan, seperti kebijakan dan formasi. Tapi yang bisa kita kendalikan adalah kompetensi, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan diri,” jelasnya.

Baca Juga: Pagu anggaran 2027 Rp270 triliun, BGN buka peluang siswa SMA tak mendapat MBG lagi

Halaman:

Tags

Terkini