GENMILENIAL.ID – Isu alih fungsi lahan tanaman nanas di kawasan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang disebut-sebut akan diganti menjadi tanaman tebu, memantik perhatian publik.
Kekhawatiran pun muncul, terutama terkait nasib ikon daerah yang selama ini dikenal luas dengan komoditas nanas.
Sejumlah pihak menilai perubahan tersebut berpotensi menghilangkan identitas khas Subang, khususnya di wilayah Jalancagak yang identik dengan hamparan kebun nanas.
Namun, pihak pengelola memastikan bahwa kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya benar.
Kekhawatiran hilangnya ikon nanas Subang
Munculnya isu ini berawal dari aktivitas pembibitan tanaman tebu di sebagian lahan yang sebelumnya ditanami nanas.
Kondisi tersebut memunculkan asumsi di masyarakat bahwa seluruh lahan nanas akan beralih fungsi menjadi perkebunan tebu.
Padahal, nanas selama ini bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi juga telah menjadi simbol atau ikon daerah yang melekat kuat dengan citra Subang, khususnya Jalancagak.
Kekhawatiran ini kemudian berkembang di tengah masyarakat dan media sosial, memunculkan berbagai spekulasi terkait kebijakan penggunaan lahan tersebut.
Penjelasan PT BMN: Hanya sebagian lahan
Direktur Utama PT Berkah Monara Nusantara (BMN), Indra Irawan, memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Ia membenarkan bahwa saat ini memang terdapat aktivitas pembibitan tebu di lahan yang dikelola pihaknya.