news

Isu alih fungsi lahan nanas Jalancagak mencuat, dirut PT BMN tegaskan ikon Subang tetap terjaga

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:51 WIB
Direktur Utama PT Berkah Monara Nusantara (BMN), Indra Irawan, saat memberikan keterangan terkait pemanfaatan lahan di kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang

GENMILENIAL.ID – Isu alih fungsi lahan tanaman nanas di kawasan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang disebut-sebut akan diganti menjadi tanaman tebu, memantik perhatian publik.

Kekhawatiran pun muncul, terutama terkait nasib ikon daerah yang selama ini dikenal luas dengan komoditas nanas.

Sejumlah pihak menilai perubahan tersebut berpotensi menghilangkan identitas khas Subang, khususnya di wilayah Jalancagak yang identik dengan hamparan kebun nanas.

Namun, pihak pengelola memastikan bahwa kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga: Baru nikah 15 hari, istri tuntut kejelasan polisi ihwal kematian sang suami saat penangkapan DPO curanmor di Lampung

Kekhawatiran hilangnya ikon nanas Subang

Munculnya isu ini berawal dari aktivitas pembibitan tanaman tebu di sebagian lahan yang sebelumnya ditanami nanas.

Kondisi tersebut memunculkan asumsi di masyarakat bahwa seluruh lahan nanas akan beralih fungsi menjadi perkebunan tebu.

Padahal, nanas selama ini bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi juga telah menjadi simbol atau ikon daerah yang melekat kuat dengan citra Subang, khususnya Jalancagak.

Kekhawatiran ini kemudian berkembang di tengah masyarakat dan media sosial, memunculkan berbagai spekulasi terkait kebijakan penggunaan lahan tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD ingatkan publik soal dugaan pengadaan IT Rp1,2 triliun BGN usai mantan trio pentolan BGN dibekuk Kejagung

Penjelasan PT BMN: Hanya sebagian lahan

Direktur Utama PT Berkah Monara Nusantara (BMN), Indra Irawan, memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.

Ia membenarkan bahwa saat ini memang terdapat aktivitas pembibitan tebu di lahan yang dikelola pihaknya.

Halaman:

Tags

Terkini