Baca Juga: Razia narkoba di Riau bikin geger warga medsos, polisi ringkus anak kepala daerah hingga selebgram
Saat kejadian, ketinggian air dilaporkan mencapai 100 hingga 250 sentimeter di kawasan permukiman warga.
Material lumpur tutup akses warga
Meski kondisi air kini mulai surut, material lumpur dan kayu masih menutupi sejumlah rumah warga serta akses jalan di beberapa titik desa terdampak.
Hal ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan proses pembersihan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo Utara saat ini masih melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan bencana.
Baca Juga: DPRD Sulsel panggil Kesbangpol usai viral dugaan diskriminasi seleksi Paskibraka
Evakuasi dan penanganan terus dilakukan
Tim BPBD telah mengevakuasi ratusan warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Gorontalo bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) turut diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan darurat.
Upaya pembersihan rumah warga dari sisa lumpur dan material banjir juga terus dilakukan secara bertahap.
Hingga kini, pemerintah daerah masih memantau perkembangan situasi di lapangan serta memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi.***