Langkah ini tidak hanya memberikan solusi instan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku di jalan raya. Petugas berharap kebiasaan menggunakan helm bisa terus diterapkan oleh masyarakat.
Selain pembagian helm, petugas juga memberikan materi singkat terkait etika berlalu lintas, bahaya kebut-kebutan, serta larangan menggunakan ponsel saat berkendara.
Jasa Raharja ingatkan risiko fatal kecelakaan
Dalam kegiatan tersebut, pihak Jasa Raharja turut memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Ipda Sukendar menegaskan bahwa penggunaan helm sangat krusial untuk keselamatan pengendara.
Baca Juga: Persib hattrick juara, Kang Rey pimpin euforia bobotoh Subang dari nobar hingga konvoi
Ia menyebut sebagian besar korban meninggal dunia akibat kecelakaan disebabkan oleh cedera di bagian kepala.
“Sekitar 95 persen kecelakaan fatal itu akibat benturan di kepala. Kalau tangan atau kaki mungkin patah, tapi kalau kepala sudah terkena dampak, risikonya sangat besar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi akan terus diperluas, termasuk menyasar pelajar di tingkat SMP dan SMA yang dinilai masih banyak belum memahami pentingnya keselamatan berkendara.
Disambut positif, program akan terus dilanjutkan
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengendara mengapresiasi langkah polisi yang dinilai lebih mengedepankan edukasi dibandingkan penindakan.
Baca Juga: Viral video pocong di Lamongan, polisi ungkap pelaku dua remaja yang nge-prank teman
Pendekatan humanis seperti ini dianggap lebih menyentuh kesadaran masyarakat dan tidak menimbulkan kesan represif.
Ke depan, Unit Kamsel Satlantas Polres Subang bersama Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala di berbagai titik di wilayah Subang.
Diharapkan, melalui langkah preventif ini, kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm standar dapat meningkat, sehingga risiko kecelakaan fatal di jalan raya bisa diminimalisir.***