Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa SDM PKH memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan.
Ia menyebut pendamping PKH sebagai pihak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan memastikan program bantuan sosial berjalan tepat sasaran.
“Salah satu unsur untuk meningkatkan kualitas SDM, memutus rantai kemiskinan, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat bahwa harapan itu ada,” ungkapnya.
Saat ini, 196 pendamping PKH tersebut tersebar di 30 kecamatan dan mendampingi sekitar 55.205 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Subang.
Diminta jadi perpanjangan tangan pemerintah
Kang Rey juga berpesan agar para pendamping PKH mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan program hingga ke pelosok daerah.
“Agar bisa menjadi mata, telinga, dan kepanjangan tangan pemerintah daerah untuk menyampaikan program, agar program dapat sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Dorong ketahanan ekonomi masyarakat, IFG hadir di Jogja Financial Festival 2026
Ia juga meminta para pendamping untuk aktif mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan.
Santunan dan penguatan komitmen sosial
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Selain itu, Bupati Subang turut menerima penghargaan dari Perkumpulan SDM PKH Kabupaten Subang sebagai ucapan terima kasih atas dukungan terhadap para pendamping.
Acara kemudian ditutup dengan tausiyah dan doa bersama sebagai wujud syukur serta penguatan komitmen dalam pelayanan sosial berkelanjutan di Kabupaten Subang.***