“Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum,” ungkapnya.
Hal ini dinilai sejalan dengan keberanian Ocha sebelumnya yang tampil vokal saat mengoreksi penilaian juri dalam lomba.
Baca Juga: Di tengah ancaman kekeringan, Subang justru surplus air! Perumda TRS pastikan debit melimpah
Viral usai koreksi juri LCC
Diketahui, nama Ocha mencuat setelah video aksinya dalam LCC MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Ocha yang tergabung dalam Grup C dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan juri yang memberikan nilai berbeda untuk jawaban yang dinilai sama.
Timnya bahkan mendapat pengurangan nilai, sementara tim lain memperoleh poin penuh untuk jawaban serupa.
Keberanian Ocha menyampaikan protes secara langsung di hadapan juri menuai banyak pujian dari warganet.
MPR nonaktifkan juri dan MC
Sebagai tindak lanjut dari polemik tersebut, MPR RI akhirnya mengambil langkah tegas.
Melalui keterangan resminya, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI menonaktifkan dewan juri dan MC dalam ajang tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar 2026.***