Meski sempat mencoba menyelamatkan korban, Arpen menyebut saat itu Haerul Saleh masih berada di dalam rumah yang sudah dipenuhi asap dan kobaran api.
“Kita naik ke atas, ternyata bapak masih di dalam,” ungkapnya.
Baca Juga: Tumpahan CPO di Jalintim Banyuasin bikin jalan licin dan lalin tersendat
Upaya penyelamatan pun terkendala karena api terus membesar dan membahayakan siapa pun yang mencoba masuk lebih jauh ke dalam rumah.
Dugaan sumber api dan penyelidikan
Seiring berjalannya waktu, muncul dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh bahan mudah terbakar yang berada di dalam rumah, termasuk sisa tiner dari proses renovasi.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Polres Metro Jakarta Selatan bersama tim Inafis dan Puslabfor Mabes Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap sumber api secara akurat.
Baca Juga: Identitas 2 korban tewas usai banjir bandang di Bone terungkap, bocah 5 tahun dan lansia 80 tahun
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan faktor penyebab insiden tersebut.
“Rencana kita bersama-sama olah TKP supaya diketahui apa yang menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya.
Duka dan harapan warga
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga warga sekitar yang turut menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kepanikan saat kebakaran terjadi hingga teriakan korban masih membekas di ingatan warga yang berada di lokasi.
Baca Juga: Terbongkar! Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo ditahan, kuasa hukum ungkap dugaan upaya ‘tutup mulut’