“Biasanya aku pasti KRL kawal bawa dia, karena dia suka naik kereta,” tambah Nureqi.
Pilih naik mobil, bukan kereta
Saat sore hari, ketika hendak pulang, Nureqi kembali menawarkan pilihan kepada anaknya untuk menentukan moda transportasi.
Baca Juga: Penumpang Argo Bromo Anggrek sempat kira kereta anjlok, momen usai tabrak KRL terekam
“Aku kasih pertanyaan, Kamu mau naik apa punya? naik kereta atau mobil? Terus dia bilang Mama naik mobil aja,” terangnya.
Ia bahkan mengaku sempat mengulang pertanyaan tersebut hingga tiga kali untuk memastikan pilihan sang anak.
“Aku ulang sampai 3 kali akhirnya naik mobil,” sebutnya.
Keputusan itulah yang kemudian ia yakini sebagai alasan dirinya dan sang anak terhindar dari kecelakaan yang terjadi di hari yang sama.
Baca Juga: Dirut KAI tegaskan posisi gerbong perempuan bukan soal gender, utamakan keselamatan
Perasaan janggal yang kini disyukuri
Nureqi mengaku merasa ada kejanggalan dari sikap anaknya saat itu. Pasalnya, sang anak yang biasanya sangat menyukai kereta justru memilih sebaliknya.
“Biasanya anak ini nangis minta naik kereta, tapi hari itu berbeda,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sikap sang anak yang lebih tenang tanpa tangisan seperti biasanya menjadi momen yang tak terlupakan.
“Ini pertama kalinya dia tidak pernah nangis gini, biasanya salim terus bilang ‘hati-hati Mama’,” tutupnya.
Baca Juga: Bawa tabung oksigen dari rumah, aksi warga dekat stasiun Bekasi Timur ini jadi sorotan