“Memberikan security yang lebih karena itu kan lebih dekat dengan penjaga yang ada di ujung ke ujung. Jadi, untuk sementara, aspek itu yang kita gunakan,” jelasnya.
Baca Juga: Nikah Seru Festival 2026 di Subang tawarkan solusi pernikahan, hadiah honeymoon 3 negara
Usulan dipindah ke tengah rangkaian
Sebelumnya, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan dipindahkan ke tengah rangkaian kereta.
Hal ini disampaikan setelah melihat langsung kondisi korban kecelakaan di rumah sakit.
“Tadi kalau kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, penempatan di tengah diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi penumpang perempuan.
Baca Juga: Tiga pelaku curanmor dibekuk Polres Subang, beraksi gunakan kunci letter T
Ia juga mengaku sempat terkejut karena terdapat korban laki-laki dalam insiden tersebut yang berada di gerbong tertentu.
Korban kecelakaan capai 106 orang
Sementara itu, data terbaru korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek per Rabu, 29 April 2026 mencatat total 106 orang terdampak.
Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 44 korban telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani observasi medis di 11 rumah sakit sekitar lokasi kejadian.
Polemik posisi gerbong perempuan ini pun masih menjadi perbincangan, di tengah upaya berbagai pihak untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan transportasi publik.***