“Guys, sorry for crowd, gue juga tau semua capek, termasuk gue juga capek balik kerja, tapi gue dapet abuse man to man,” tulis akun @ilh********s.
“Lima stasiun gue make sure kelamin gue sebelum gue ambil tindakan. So, what do u expect buat bela harga diri lu? Be careful, semua orang bisa kena,” lanjutnya.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali dan memicu beragam respons dari warganet.
Baca Juga: Semangat Kartini hidup di Subang, Ega Agustine ajak perempuan percaya diri dan berdaya
Mengaku alami trauma pascakejadian
Selain melalui komentar, terduga korban juga menyampaikan kondisi psikologisnya melalui unggahan Instagram Story. Ia mengaku mengalami trauma setelah kejadian tersebut.
“Buat jadi pelajaran, anything can happen to everybody. Let me heal my trauma,” ungkapnya.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga emosional.
KAI Commuter sebut terjadi kesalahpahaman
Peristiwa ini terjadi di KRL No 1388 relasi Jakarta Kota–Bogor pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 19.05 WIB.
Baca Juga: Asuransi bukan investasi, IFG ingatkan pentingnya literasi keuangan bagi konsumen
Pihak KAI Commuter melalui Manager Public Relations, Leza, menjelaskan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan melalui mediasi.
“Keduanya menyadari adanya kesalahpahaman posisi saat berada di dalam Commuter Line. Kedua pengguna tersebut juga menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengguna Commuter Line lainnya,” kata Leza kepada awak media pada Jumat, 24 April 2026.
Mediasi dilakukan di Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu, dan kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
Respons penumpang lain jadi sorotan warganet