Peringatan agar tidak beralih ke BBM subsidi
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengingatkan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi agar tidak beralih menggunakan BBM subsidi setelah adanya kenaikan harga.
“Karena harga BBM RON 98 naik, kemudian masuk ke subsidi. Itu namanya mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa nggak malu?” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM subsidi.
Baca Juga: Viral kapal tanker Pertamina diduga terjebak di Selat Hormuz, kru bukan WNI
“Pengawasannya ketat. Waktu di Seoul, Korea, BBM-nya itu akan diberikan per hari 50 liter, itu tangki sudah penuh, bisa 300-400 Km. Tapi, itu tidak berlaku untuk bus, truk yang mengangkut beras, sayur, logistik, jangan truk yang dipakai sawit atau tambang,” paparnya.
Menurutnya, selain pengawasan, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting.
“Pengawasan itu ada, tapi perlu juga penting keinsyafan dari diri kita. Malu nggak kalau kita diawasin terus?” lanjutnya.
Harga BBM Nonsubsidi Naik per 18 April 2026
Diketahui, tiga jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga per 18 April 2026, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Baca Juga: Jokowi respons santai pernyataan JK, sebut dirinya bukan siapa-siapa
Berdasarkan informasi dari Pertamina, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.
Sementara itu, Dexlite melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Adapun jenis BBM lain seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 masih bertahan di harga lama, masing-masing Rp12.300 dan Rp12.900 per liter.
Kondisi ini membuat publik mulai mempertanyakan kemungkinan kenaikan harga Pertamax dalam waktu dekat, seiring tren kenaikan BBM nonsubsidi lainnya.***