“Aman-aman saja selama penerbanganya tidak menggunakan yang transit melalui Timur Tengah, kami menggunakan transit di Haikou, China,” ujarnya.
Rute perjalanan jamaah dimulai dari Jakarta menuju Haikou untuk transit satu malam, kemudian dilanjutkan ke Jeddah.
Baca Juga: Kasat Reskrim: Pembunuhan di kafe Subang terjadi saat Lebaran, pelaku tak mabuk
“Alhamdulillah sampai saat ini on schedule, tidak ada perubahan jadwal sama sekali,” tambahnya.
Jamaah tetap antusias berangkat
Meski sempat muncul kekhawatiran akibat isu global, pihak travel memastikan seluruh jamaah tetap antusias menjalankan ibadah umroh.
“Dari 310 jamaah tidak ada yang menolak untuk terbang bahkan sangat semangat untuk umroh,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh jamaah telah mendapatkan edukasi terkait kondisi perjalanan, maskapai, hingga situasi di Arab Saudi.
“Tidak ada kekhawatiran sedikitpun dibuktikan dengan jamaah berangkat semua,” katanya.
Baca Juga: Pembunuhan di kafe Pantura Subang terungkap, motif ditolak hubungan intim
Harapan di Milad ke-7
Dalam momentum milad ini, Ash Shiddiq Tour berharap dapat terus konsisten melayani masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah umroh.
“Harapannya Ash Shiddiq Tours terus istiqomah melayani tamu-tamu Allah, menjadi solusi bagi masyarakat agar ke Tanah Suci itu bukan hal yang sulit,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen layanan dengan tagline “mudah, amanah, berkah” dalam setiap proses pemberangkatan jamaah.
Sementara itu, Plt Kepala Haji dan Umroh Kabupaten Subang H Rojak berpesan kepada jamaah agar memaksimalkan ibadah selama di Tanah Suci.