Ia juga menilai konten tersebut berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat yang memiliki pandangan berbeda terhadap program tersebut.
Baca Juga: Viral SPPG di Bogor cuci ayam MBG di tempat wudu masjid, akui lalai dan minta maaf
“Saran saya, fokus saja menyajikan menu bergizi buat anak-anak Indonesia, jangan malah memantik konflik horizontal dengan masyarakat yang kritis terhadap program MBG,” tulisnya.
Menurutnya, kritik yang muncul dari masyarakat merupakan hal yang wajar karena program MBG menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.
“Wajar masyarakat kritis karena uang pajak mereka yang digunakan untuk membiayai program ini,” lanjutnya.
Konten sempat tuai kecaman
Dalam video yang viral tersebut, terlihat petugas SPPG tengah menyiapkan berbagai menu MBG di dapur.
Baca Juga: Pilu pemudik asal Lampung terduduk lemas di Pelabuhan Ciwandan, terima kabar ibunda wafat
Namun, video itu juga disisipi narasi berisi keluhan yang kerap muncul di media sosial terkait pelaksanaan MBG, seperti 'Esnya kurang manis,' 'MBG makanannya nggak enak,' hingga 'Menunya nggak bermutu.'
Konten tersebut semakin menuai kritik karena disandingkan dengan potongan video anak-anak di Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, mulai dari kekurangan makanan hingga kondisi tempat tinggal yang hancur.
Perbandingan tersebut dinilai tidak tepat dan menyinggung rasa empati publik.
SPPG minta maaf
Menanggapi viralnya konten tersebut, pihak SPPG Sidanegara 2 Cilacap telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Baca Juga: Viral kritik Acha Septriasa soal MBG, soroti transparansi hingga ajak warga ikut mengawal
Kepala SPPG Sidanegara 2 Cilacap, Hanif, mengakui adanya kelalaian dalam pembuatan dan pengunggahan konten tersebut.