“Berkaitan dengan video yang diunggah di akun media sosial kami, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kelalaian dalam konten tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: ICCN buka open call pengembangan IP kreatif, peluang kolaborasi untuk ekosistem kota kreatif
Ia juga memastikan bahwa kesalahan serupa tidak akan terulang kembali di kemudian hari.
Kepala SPPG Sidanegara 2 Cilacap, Hanif, turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Saya menyadari bahwa penderitaan di Palestina tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apapun. Tanpa pembelaan diri, terima kasih atas pengingatnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” tuturnya.
Kritik warganet: Dinilai tidak empati
Konten tersebut menuai reaksi luas dari warganet. Di platform X, unggahan ulang video tersebut mendapat lebih dari seribu balasan dan ribuan kutipan.
Baca Juga: Viral kepala BGN Jambi diduga main game saat rapat, Adityo buka suara dan bantah
Sejumlah warganet menilai konten tersebut tidak memiliki empati karena membandingkan situasi berbeda, yakni program pemerintah dengan krisis kemanusiaan.
“Membandingkan kondisi normal dengan krisis sangat tidak apple to apple dan tidak tepat. Apalagi itu krisis kemanusiaan di Palestina yang sangat sensitif,” tulis akun @zer********e
“Idenya nggak banget, dibuat seolah-olah bersyukur karena ada MBG. Coba bangun narasi membandingkan dengan pihak lain yang nggak berkecukupan,” tulis akun @imp*****I
“Krisis kemanusiaan dan genosida malah dijadiin alibi buat konten bersyukur,” tulis akun @jal******_
Baca Juga: Antrean 35 km di Pelabuhan Gilimanuk, 16 pemudik pingsan saat arus mudik memuncak
“Kok seakan-akan oknum SPPG seperti menantang atau memancing kemarahan dan perpecahan grass root ya? Khawatirnya ini di-setting buat memecah rakyat dan bikin situasi nggak kondusif,” tulis akun @Aza****o
“Jahat banget bandingin sama korban perang yang lagi krisis pangan,” tulis akun @noz*****m