GENMILENIAL.ID - Permasalahan sampah di Kabupaten Subang masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan solusi bersama dari berbagai pihak.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, produksi sampah di Subang diperkirakan mencapai sekitar 900 ton per hari. Namun, kapasitas penanganan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru sekitar 250 ton per hari.
Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan armada pengangkut sampah yang hanya sekitar 24 unit, dengan sekitar 17 unit yang masih layak beroperasi.
Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Komisi I sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) dan Ketua Fraksi PKS, Evi Nur'afiah menilai persoalan sampah merupakan isu krusial yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
Baca Juga: SPPG Cahaya Ngrayun Ponorogo akui teledor usai viral temuan belatung di menu MBG bandeng presto
“Penanganan sampah ini krusial ya, jangan saling menyalahkan, mari duduk bersama-sama, siapapun di situ baik pegiat lingkungan, dari RT atau RW, pemerintah dan sebagainya harus duduk bersama bagaimana ini solusinya,” ujar Evi.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di daerah.
“Jadi harus ada gerakan dari bawah, kesadaran masyarakat bagaimana untuk membuang sampah, harus dari bawah,” katanya.
Penguatan implementasi regulasi pengelolaan sampah
Evi menjelaskan bahwa dari sisi pemerintah, peran utama yang perlu dilakukan adalah memperkuat implementasi regulasi terkait pengelolaan sampah yang sudah ada.
Pemerintah Kabupaten Subang telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur sistem penanganan sampah di daerah.
Ia menilai regulasi tersebut perlu terus disosialisasikan agar edukasi pengelolaan sampah dapat berjalan secara terstruktur hingga ke tingkat kecamatan, RT, dan RW.
“Kalau dari atas pemerintahan itu ke bawah lewat kecamatan, lewat RT dan RW, itu kan enak edukasinya bahwa sampah itu harus dipilah-pilah, mana yang organik dan mana yang non organik,” jelasnya.
Menurutnya, pemilahan sampah akan membantu masyarakat memahami bahwa sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna.