“Udah dinyalakan pas mau keluar garasi, tujuan biar yang punya mobil tau kalo ada ambulans mau keluar,” ujarnya.
Sopir ambulans mengaku dimaki panitia
Alih-alih mendapat jalan, sopir ambulans tersebut justru mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari panitia hajatan.
Ia menyebut sempat dimaki-maki saat menjelaskan bahwa dirinya hendak menjemput pasien.
“Tapi justru saya dimaki-maki. Dibilang, ‘nggak liat ada event?’ Dia bilang gitu, lalu saya jawab saya mau jemput pasien,” ucapnya.
Dalam situasi memanas itu, sopir ambulans sempat melontarkan pertanyaan yang kemudian terekam dalam video.
Baca Juga: Meski terendam lumpur dan berbau, warga Aceh Tamiang pilah gabah pascabanjir untuk bertahan hidup
“‘Lebih penting nyawa atau acara?’ Saya bilang gitu,” lanjutnya.
Perselisihan tersebut akhirnya dilerai oleh warga sekitar agar tidak berujung kekerasan.
Pilih tinggalkan lokasi demi jemput pasien
Tak ingin membuang waktu terlalu lama, sopir ambulans memilih meninggalkan lokasi dan segera menjemput pasien yang membutuhkan pertolongan.
“Bapak dan tetangga saya yang nyuruh cepet-cepet jemput pasien aja dibanding ladenin mereka,” paparnya.
Dalam video itu pula terdengar penegasan bahwa ambulans merupakan kendaraan darurat yang seharusnya mendapat prioritas di jalan.