Dalam unggahan lanjutan, ia menyebut pihak developer justru menyatakan bahwa urusan pemeliharaan lingkungan sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Baca Juga: Curhat SBY soal geopolitik dunia, khawatir perang dunia III picu korban hingga 5 miliar jiwa
KDM tegur developer: Jangan lempar masalah ke pemerintah
Menanggapi viralnya video tersebut, Dedi Mulyadi memberikan respons tegas melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71 pada Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam unggahannya, KDM meminta para pengembang perumahan agar tidak lepas tangan terhadap konsumen yang terdampak banjir.
“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen Anda dan mari kita duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi. Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘bebas banjir’?” tulis KDM.
Baca Juga: Viral kades di Sragen mandi lumpur protes jalan rusak puluhan tahun tak kunjung diperbaiki
Ia menegaskan bahwa banyak kawasan perumahan yang terdampak banjir justru merupakan kawasan yang sebelumnya dipromosikan sebagai hunian aman dan bebas genangan.
“Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan kawasan bebas banjir,” ujarnya.
Minta developer bertanggung jawab
KDM juga menyoroti sikap sejumlah pengembang yang dinilai lebih sibuk mengurus proyek baru ketimbang menyelesaikan persoalan di perumahan lama.
“Yang paling memprihatinkan, saat warga kebanjiran, developernya tidak datang menemui konsumennya. Mereka lebih sibuk mengajukan izin pembangunan baru,” kata KDM.
Ia pun menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
“Jangan segala sesuatu dibebankan kepada pemerintah. Bagaimanapun, ketika mengembangkan perumahan, developer juga mendapatkan keuntungan,” tegasnya.