news

Tim SAR temukan satu jenazah diduga korban karamnya kapal wisata keluarga pelatih Valencia di Labuan Bajo

Senin, 29 Desember 2025 | 12:17 WIB
Proses pencarian 4 wisatawan WNA Spanyol di Labuan Bajo (SAR Komodo Labuan Bajo)

GENMILENIAL.ID — Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban warga negara asing (WNA) Spanyol dalam insiden karamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada hari keempat operasi pencarian, satu jenazah perempuan berhasil ditemukan.

Insiden karamnya kapal wisata tersebut terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025, di kawasan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.

Dalam kejadian itu, dilaporkan empat WNA Spanyol terjatuh ke laut, yakni Martin Carreras Fernando, pelatih Tim B Wanita Valencia CF—bersama tiga anaknya.

Baca Juga: Akses darat putus, warga Desa Burlah Aceh Tengah bertahan hidup dengan tali sling pascabanjir

Penemuan jenazah di hari keempat pencarian

Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah pada Senin pagi, 29 Desember 2025. Informasi penemuan diterima sekitar pukul 06.05 WITA.

“Tim menerima informasi bahwa satu korban jenazah ditemukan kurang lebih 1 nautical miles dari lokasi dugaan kapal mengalami karam atau tenggelam,” ujar Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, dalam keterangan resminya, Senin, 29 Desember 2025.

Jenazah tersebut selanjutnya dievakuasi menuju Pelabuhan Labuan Bajo sebelum dibawa ke rumah sakit untuk keperluan identifikasi.

Baca Juga: Jalan berlumpur hambat pemulihan listrik, warga Arul Badak Aceh Tengah gotong royong tarik truk PLN

“Korban dievakuasi ke Pelabuhan Labuan Bajo dan dibawa menuju RSUD Labuan Bajo,” imbuh Fathur Rahman.

Sehari sebelumnya, pada Minggu, 28 Desember 2025, tim SAR juga menemukan pelampung milik KM Putri Sakinah, yang memperkuat dugaan area pencarian di sekitar Selat Pulau Padar.

Kronologi karamnya KM Putri Sakinah

KM Putri Sakinah diketahui mengangkut 11 orang, terdiri dari keluarga Martin Carreras Fernando—termasuk istri dan empat anaknya—serta empat anak buah kapal (ABK) dan seorang pemandu wisata.

Kapal wisata tersebut dilaporkan tenggelam setelah dihantam ombak setinggi sekitar 1,5 meter, sementara mesin kapal dalam kondisi tidak berfungsi.

Halaman:

Tags

Terkini