“Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Bantuan harus sampai tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar Zulhas.
Baca Juga: 6 Anggota Polri jadi tersangka, ini kronologi lengkap penganiyaan maut di TMP Kalibata
Jejak kunjungan bencana dari Sumbar hingga Aceh
Kunjungan ke Aceh Utara ini melengkapi rangkaian peninjauan Zulhas ke sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatera.
Sebelumnya, ia juga mengunjungi lokasi banjir di Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu, 30 November 2025.
Saat itu, Zulhas sempat menjadi perhatian publik setelah terekam memanggul langsung karung beras bantuan untuk warga terdampak banjir.
Aksi tersebut menuai respons luas di media sosial sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat saat krisis.
Baca Juga: Air mata relawan menetes, permintaan dua selimut bocah korban banjir Aceh: Satu untuk mamak
Peringatan keras soal hutan lindung
Di luar agenda bantuan bencana, Zulhas juga mengaitkan persoalan banjir dengan isu lingkungan, khususnya pengelolaan hutan lindung.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan hutan sosial tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
“Hutan lindung ini tidak boleh diapa-apakan. Kalau ada manfaatnya, ada durian, kita ambil, boleh,” kata Zulhas saat berdialog dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Way Kalam, Lampung Selatan, Selasa, 2 Desember 2025.
Mantan Menteri Kehutanan itu menekankan bahwa hutan sosial hanya boleh ditanami tanaman keras seperti kopi dan kakao.
Ia secara tegas melarang penanaman sayuran di kawasan tersebut karena berisiko meningkatkan banjir dan longsor.