Baca Juga: Putra Aceh kembali mengabdi, Kombes Pol Dedy Tabrani resmi dilantik jadi Kepala BNNP Aceh
“Ibu kader adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar, terutama dalam pengentasan stunting,” tegasnya.
Ia berharap Jambore Posyandu mampu melahirkan kader yang lebih inovatif, aktif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Tidak ada Posyandu yang maju tanpa kader yang hebat, dan tidak ada kader yang hebat tanpa dukungan semua pihak,” ucapnya.
Relakan mobil dinas, prioritaskan kesejahteraan kader
Dalam sambutannya, Kang Rey menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh
“Kepada kader, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan,” kata Kang Rey.
Ia menegaskan, peningkatan honor kader bukan kebijakan yang mudah, mengingat kondisi efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah tahun ini saya realisasikan secara bertahap honor Posyandu dari Rp500 ribu menjadi Rp800 ribu. Salah satu sumbernya adalah tidak adanya pengadaan mobil dinas Bupati senilai Rp1,5 miliar. Ieu wujud nyata abdi jadi Bupati tidak ingin mendapat fasilitas lebih,” tegasnya.
Kader jadi penghubung pemerintah dan warga
Selain isu kesehatan, Kang Rey mendorong kader Posyandu berperan aktif sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk melalui pemanfaatan media sosial.
Baca Juga: Polres Subang perkuat benteng toleransi, cegah radikalisme dari desa
“Di Subang ayeuna segala laporan cepat. Ibu-ibu bisa jadi penyambung masyarakat ke abdi lewat Lapor Kang Rey di Instagram, TikTok, atau YouTube, dan pasti ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan sejumlah kebijakan strategis, mulai dari peningkatan anggaran perbaikan jalan hingga rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Pantura Subang.