Bandingkan dengan negara lain: Kebijakan bisa berubah drastis
Hasan membandingkan model politik Indonesia dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, yang kerap mengalami perubahan kebijakan drastis setiap kali presiden baru menjabat.
“Kalau kita reverse policy seperti di Amerika ya program presiden sebelumnya bisa dicabut malah,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa model perubahan kebijakan yang fluktuatif dapat menimbulkan ketidakpastian, terutama dalam program jangka panjang yang berdampak luas terhadap masyarakat.
“Hari ini misal pajak dinaikkan, di presiden berikutnya bisa diturunkan. Gitu aja terus reverse policy,” tambahnya.
Baca Juga: Pengamat soroti pembentukan tim reformasi Polri, sebut langkah awalnya harus ganti Kapolri
Konsistensi pembangunan dianggap lebih menguntungkan
Hasan menilai model keberlanjutan kebijakan yang diterapkan di Indonesia lebih menguntungkan karena memberikan kepastian bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, keberlanjutan bukan sekadar meneruskan program presiden sebelumnya, tetapi memastikan arah pembangunan berjalan stabil dan tidak terganggu perubahan kebijakan yang mendadak.
Ia menutup pandangannya dengan menegaskan kembali bahwa kesamaan kebijakan antara pemerintahan Jokowi dan Prabowo bukan daya kendali politik, melainkan cerminan stabilitas sistem pembangunan nasional.***