Warga selamat mengalami kondisi beragam, mulai luka akibat tertimpa material hingga trauma yang memerlukan penanganan medis intensif.
Baca Juga: 110 Pemuda ikuti Baitul Arqom Dasar, Muhammadiyah Subang tekankan kaderisasi berkelanjutan
Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama operasi berlangsung.
5 Korban dirawat intensif
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, yang meninjau lokasi longsor pada Jumat pagi memastikan lima warga dirawat intensif di RSUD Majenang.
“Kondisi korban luka sudah dirawat. Yang masih dirawat ada lima warga,” ujarnya.
Menurut Syamsul, sebagian korban mengalami luka berat di kaki akibat tertimpa material bangunan saat mencoba menyelamatkan diri.
Baca Juga: Ribuan warga padati ruwat bumi Wanajaya, Kang Akur singgung soal jalan dan arah pembangunan 2027
Data terbaru: 3 Meninggal, 20 masih hilang
Berdasarkan laporan BPBD Cilacap pada Jumat, 14 November 2025 pukul 15.30 WIB, tiga korban meninggal yakni Julia Lestari (20 tahun), Maya (15 tahun), dan Yuni.
Sementara 20 korban lainnya masih dicari oleh tim SAR gabungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menjelaskan kronologi kejadian.
“Material tanah tebing ambruk dan menimbun permukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Budi di lokasi kejadian.
Baca Juga: Komisi Reformasi Polri mulai ‘belanja masalah’, ungkap ancaman intervensi politik dan bisnis
Hingga kini, proses pencarian terus berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga seluruh titik terdampak dipastikan aman.