news

Kapolri pastikan terduga pelaku ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta adalah siswa, polisi dalami motif dan paparan ideologi

Minggu, 9 November 2025 | 23:22 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit ungkap fakta terbaru soal ledakan di Masjid SMAN 72 (Instagram/listyosigitprabowo)

GENMILENIAL.ID — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan perkembangan terbaru terkait insiden ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolri memastikan bahwa terduga pelaku merupakan siswa aktif di sekolah tersebut, bukan pihak eksternal.

“Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa, ya, di SMA tersebut,” ujar Listyo di Jakarta, Sabtu 8 November 2025. 

Baca Juga: Cerita saksi soal ledakan di SMAN 72 Jakarta, pelaku diduga ingin balas dendam setelah jadi korban bullying

Temuan ini mengubah arah penyelidikan polisi, dari dugaan keterlibatan jaringan luar menjadi fokus pada dinamika internal lingkungan sekolah, termasuk kondisi sosial dan psikologis pelaku.

Kondisi terduga pelaku mulai membaik

Listyo menjelaskan bahwa terduga pelaku masih menjalani perawatan medis, namun kondisinya kini mulai menunjukkan perbaikan.

“Yang jelas untuk terduga pelaku kondisinya semakin membaik, ya, dan mudah-mudahan itu juga akan mempermudah kita nanti pada waktunya apabila kita butuhkan,” kata Kapolri.

Perbaikan kondisi ini membuka peluang bagi penyidik untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap pelaku dalam waktu dekat, guna menggali motif dan latar belakang tindakan yang menimbulkan puluhan korban luka tersebut.

Baca Juga: Pelaku ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta diduga remaja 17 tahun, pengaruh medsos jadi sorotan

Sementara itu, beberapa korban masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit.

“Sementara untuk yang dirawat di ICU memang membutuhkan perawatan khusus, tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat,” jelas Listyo.

Kapolri menambahkan bahwa beberapa korban membutuhkan isolasi medis untuk mencegah infeksi akibat luka bakar dan paparan serpihan ledakan.

“Sehingga kemudian tidak terjadi potensi peradangan ataupun infeksi. Saya kira itu, sehingga dibutuhkan isolasi,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini