GENMILENIAL.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi bahan perbincangan publik. Bukan soal anggarannya, melainkan menu-nya yang viral karena tampak berbeda di tiap daerah.
Dari Sukabumi, warganet disuguhi menu bergizi penuh warna dari ayam goreng, telur, sayur, dan buah yang disajikan rapi seperti restoran.
Namun di Depok, unggahan foto menu yang lebih sederhana, berisi kentang rebus, wortel, pangsit goreng, saus saset, dan jeruk, memantik tanya, benarkah Rp10.000 cukup menghadirkan gizi seimbang?
Baca Juga: Bupati Rey siapkan Subang Timur jadi magnet investasi, dukung pembangunan simpang susun Tol KM 115
Prabowo hitung sendiri menu MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, memastikan anggaran Rp10.000 per porsi masih cukup untuk menghadirkan lauk ayam dan telur.
Ia bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto turut menghitung sendiri komposisi menu MBG itu.
“Pak Prabowo sampai menghitung sendiri menu itu, dan beliau berkesimpulan dengan Rp10.000 masih bisa pakai ayam dan telur,” ujar Nanik dalam Rapat Koordinasi Kejadian Menonjol BGN di Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025.
Dapur Sukabumi tuai pujian
Dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikaret, Desa Kebonpedes, Sukabumi, aroma masakan rumahan menyebar hingga jagat maya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya optimis pertumbuhan ekonomi capai 5,67 persen, isyaratkan penurunan tarif PPN di 2026
Unggahan akun @folkative pada 11 Oktober memperlihatkan nasi hangat, ayam goreng, telur rebus, tumis sayur, dan buah segar, menu yang disebut standar ideal MBG.
Warganet ramai-ramai memuji dapur Sukabumi karena mampu menampilkan keseimbangan gizi dan tampilan menggugah selera.
Depok dan menu minimalis