Jalur menurun dan faktor kelelahan jadi sorotan
AKP Asep menjelaskan, kondisi jalan di lokasi kejadian cukup baik dan tidak licin.
Baca Juga: ESAI: Infiltrasi ideologi dan krisis kesadaran mahasiswa di Subang
“Peristiwa terjadi siang hari dengan cuaca cerah. Jalan dari arah Bandung menuju Subang menurun dan beraspal bagus. Arus lalu lintas saat itu cukup ramai,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti, namun indikasi awal kuat mengarah pada rem blong.
“Untuk penyebab pasti masih kami dalami. Semua kendaraan telah kami amankan di Mapolres Subang,” ujarnya.
Polisi juga menyoroti karakteristik jalur Cijambe yang menurun panjang dan kerap memakan korban, terutama dari kendaraan berat.
Faktor kelelahan sopir dan pemeriksaan rem yang kurang optimal menjadi perhatian utama aparat.
Polisi minta evaluasi jalur dan peningkatan keselamatan
Kasat Lantas mengimbau seluruh pengemudi, terutama kendaraan besar, agar melakukan pengecekan rem, tekanan angin, dan kondisi ban sebelum melintas di jalur menurun seperti Cijambe.
“Kami minta pengemudi truk dan bus benar-benar memastikan kondisi kendaraannya layak jalan. Jalur Cijambe ini menurun panjang dan berbahaya bila tidak diantisipasi. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegas AKP Asep.
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi keselamatan jalan, termasuk penambahan rambu peringatan, jalur penyelamat (escape lane), dan pos pengawasan kendaraan berat di titik-titik rawan.
“Setiap kecelakaan harus jadi pelajaran bersama agar korban tidak terus berjatuhan di jalur yang sama,” pungkasnya.***