Jalur Cijambe kembali telan korban, truk pengangkut AQUA seruduk 5 kendaraan, 3 tewas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 22:09 WIB
Kasat Lantas Polres Subang, AKP Asep Saepudin berikan keterangan pers pada awak media, Kamis 9 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)
Kasat Lantas Polres Subang, AKP Asep Saepudin berikan keterangan pers pada awak media, Kamis 9 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)

Jalur menurun dan faktor kelelahan jadi sorotan

AKP Asep menjelaskan, kondisi jalan di lokasi kejadian cukup baik dan tidak licin.

Baca Juga: ESAI: Infiltrasi ideologi dan krisis kesadaran mahasiswa di Subang

“Peristiwa terjadi siang hari dengan cuaca cerah. Jalan dari arah Bandung menuju Subang menurun dan beraspal bagus. Arus lalu lintas saat itu cukup ramai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti, namun indikasi awal kuat mengarah pada rem blong.

“Untuk penyebab pasti masih kami dalami. Semua kendaraan telah kami amankan di Mapolres Subang,” ujarnya.

Polisi juga menyoroti karakteristik jalur Cijambe yang menurun panjang dan kerap memakan korban, terutama dari kendaraan berat.

Faktor kelelahan sopir dan pemeriksaan rem yang kurang optimal menjadi perhatian utama aparat.

Baca Juga: Kecelakaan maut truk pengangkut galon AQUA di Cijambe Subang, 3 tewas dan 7 luka-luka: Terekam CCTV, diduga rem blong

Polisi minta evaluasi jalur dan peningkatan keselamatan

Kasat Lantas mengimbau seluruh pengemudi, terutama kendaraan besar, agar melakukan pengecekan rem, tekanan angin, dan kondisi ban sebelum melintas di jalur menurun seperti Cijambe.

“Kami minta pengemudi truk dan bus benar-benar memastikan kondisi kendaraannya layak jalan. Jalur Cijambe ini menurun panjang dan berbahaya bila tidak diantisipasi. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegas AKP Asep.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi keselamatan jalan, termasuk penambahan rambu peringatan, jalur penyelamat (escape lane), dan pos pengawasan kendaraan berat di titik-titik rawan.

“Setiap kecelakaan harus jadi pelajaran bersama agar korban tidak terus berjatuhan di jalur yang sama,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X