“Mereka telah diberikan obat khusus Prussian Blue dan dilakukan pemantauan intensif. Edukasi masyarakat tetap kami lakukan agar tenang namun waspada,” ujar Aji, Jumat, 3 Oktober 2025.
Penanganan berlapis dan terukur
Menurut Aji, sistem deteksi dilakukan secara berlapis untuk memastikan keamanan dan akurasi.
Baca Juga: Leony ungkap awal mula viral soal anggaran Tangsel: Hanya curhat, bukan pansos atau anti pajak
- Tahap awal: pemeriksaan dengan surveymeter untuk mendeteksi paparan eksternal pada tubuh dan pakaian.
- Tahap kedua: dekontaminasi (mandi dan ganti pakaian) jika hasil positif.
- Tahap ketiga: pemeriksaan darah untuk memantau kadar limfosit sebagai indikator paparan radiasi.
- Tahap lanjutan: pemeriksaan WBC dan rujukan ke RS Fatmawati jika hasil menunjukkan paparan serius.
Kemenkes juga menjelaskan, dampak jangka pendek dari paparan Cs-137 bisa berupa mual, muntah, dan penurunan sel darah putih, sedangkan dampak jangka panjangnya berpotensi meningkatkan risiko kanker dan gangguan imunitas.
Baca Juga: Kebijakan baru Pemkab Subang: Tahun 2026, semua petani terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Namun hingga kini, paparan yang ditemukan masih tergolong ringan dan dapat ditangani secara medis.
Imbauan pemerintah: Tetap tenang, jangan sebar hoaks
Pemerintah menegaskan bahwa situasi di Cikande terkendali dan tidak ada penyebaran radiasi ke luar area industri.
“Radiasi Cs-137 tidak bisa dideteksi kasat mata, jadi jangan berspekulasi. Pemeriksaan medis adalah cara satu-satunya untuk memastikan kondisi tubuh,” kata Aji.
Baca Juga: Warga Pamanukan dihebohkan dugaan pembunuhan, polisi tangkap seluruh pelaku
Masyarakat juga diminta:
- Melapor ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala mencurigakan.
- Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Rajin mandi setelah beraktivitas di sekitar kawasan industri.
- Mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup.
“Tidak perlu khawatir berlebihan. Pemerintah telah melakukan dekontaminasi, pengamanan lokasi, dan penanganan medis secara menyeluruh,” tegas Aji.***