news

Kemenkes awasi ketat program MBG, terapkan sistem pendataan ala COVID-19 hingga pantau gizi siswa

Jumat, 3 Oktober 2025 | 03:42 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, ungkap Kemenkes akan jadi pengawas eksternal MBG (menpan.go.id)

GENMILENIAL.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut bahwa pengawasan tidak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga kualitas bahan baku, hingga efektivitas program terhadap kesehatan penerima manfaat.

“Angka-angka itu setiap hari ada, setiap minggu ada, dan nanti angkanya akan dikonsolidasikan bersama Kemenkes dan BGN,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Usulan UU Makan Bergizi Gratis menguat: DPR dorong payung hukum permanen, Kepala BGN dukung di tengah polemik keracunan

Sistem pendataan ala COVID-19

Budi menjelaskan, pendataan kasus keracunan MBG akan mengacu pada sistem yang sudah berjalan antara puskesmas, dinas kesehatan, dan Kemenkes.

Ia bahkan membuka peluang agar publik mendapat update rutin seperti saat pandemi COVID-19.

“Kami akan berkoordinasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah, kalau perlu ada update harian, mingguan, atau bulanan seperti dulu saat COVID-19,” ujarnya.

Baca Juga: DPR soroti program MBG Prabowo: Target penerima manfaat meleset, daerah 3T dan kemiskinan ekstrem belum tersentuh

Pengawasan eksternal

Dalam pelaksanaannya, Kemenkes akan berperan sebagai pengawas eksternal bersama BPOM dan Kemendagri untuk melapis pengawasan internal yang dilakukan BGN setiap hari.

“Contohnya ada bahan baku, apakah kualitasnya bagus atau tidak. Itu yang kami cek, sesuai standar yang sudah ada,” jelas Budi.

Peran sekolah dan uji efektivitas

Selain pemerintah, sekolah penerima manfaat juga dilibatkan untuk mengecek kondisi makanan sebelum dikonsumsi siswa.

Halaman:

Tags

Terkini